Memberdayakan Potensi Makanan Tradisional sebagai Oleh-oleh Khas Jombang

Memberdayakan Potensi Makanan Tradisional sebagai Oleh-oleh Khas Jombang

Membangun Jombang bisa melalui semua sektor. Termasuk mempromosikan Jombang melalui makanan tradisional, donat kampoeng. Setidaknya demikian yang dilakukan Rosidah. Pemilik Donat Kampoeng Utami, atau kini orang mengenalnya sebagai DKU.

Meskipun kudapan donat awalnya berasal dari luar negeri, namun di Indonesia juga ada donat kampoeng. Tekstur donat kampoeng ini lebih padat daripada donat di mal. Mengapa dinamakan donat kampoeng? Karena sifatnya dapat mengenyangkan masyarakat yang hidup di kampung-kampung. Melalui jajanan donat kampung inilah, Rosidah mencoba mengangkat para pengusaha kue tradisional di Jombang.

Rosidah siap mempromosikan dan membangun Jombang melalui berbagai kudapan/kue tradisional. Donat kampung buatannya, kini sudah sangat disukai oleh semua lapisan masyarakat Jombang. Selain murah, hanya Rp 500,-, donat kampoeng DKU juga lezat, sehat dan bermutu. Cocok untuk oleh-oleh khas kota Jombang. Bagi para wisatawan lokal dari luar kota Jombang, akan disayangkan bila tidak membawa oleh-oleh donat kampung buatan Rosidah.

Selain itu, Rosidah juga siap mendukung kegiatan semua kegitan di Jombang dengan kue buatannya. Tentu saja dengan harga yang sangat murah dan terjangkau. Mulai Rp 500,-. Kue buatannya juga cocok untuk segala macam acara Rapat, Pertemuan, Seminar, Workshop, Pesta, Ultah, Hajatan, Pengajian, Wisata, Arisan, dan acara Lainnya.

Dalam rangka memenuhi kewajiban ijin edar semua produk Donat Kampoeng Utami,
Rosidah telah mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan dalam rangka Sertifikasi
Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Dan telah mendapatkan sertifikat P-IRT dari Dinas Kesehatan Jombang No.636/35.17/07 dan Depkes RI - P.IRT No.206351701636 tertanggal 31 Agustus 2007.

Kini, Donat Kampoeng Utami telah teruji higiens sebagai Donat Sehat dan Nikmat, juga bisa sebagai donat kampung oleh-oleh khas kota Jombang.

Yang menarik lagi, saat orang belum memikirkannya, Rosidah telah mengawalinya. yaitu menjual donat kampung kelas Rp 500-an,. Dia menjual donat melalui internet dan weblog. Bagi para netter bisa melihat profil DKU di http://utamidonat.blogspot.com

Hal ini semata dilakukan untuk mengangkat Jombang, yang kebetulan belum punya ikon makanan khas. Rosidah berharap, DKU nantinya bisa menjadi ikon baru kota Jombang.

dikirim oleh Donat Kampoeng

                            

Menuju Jombang

Menuju Jombang

Tidaklah sulit untuk menjangkau wilayah Jombang, karena Jombang terletak pada posisi sangat strategis, yakni berada di persimpangan jalur lintas tengah  Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban. Untuk menuju kota jombang dapat ditempuh hanya melalui jalur darat saja, sedangkan jalur udara terdekat melalui Bandara Udara Juanda Surabaya, dan jalur laut terdekat adalah Pelabuhan Tuban yang selanjutnya menuju Jombang dengan jalur darat.

Jalur darat dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Dengan angkutan umum Anda dapat menggunakan angkutan bus untuk jarak jauh, ataupun Angkot/Angkudes untuk jalur jarak dekat yang menghubungkan daerah perbatasan Jombang dengan perbatasan wilayah lain, misal : Mojoagung – Mojokerto, Ngoro – Kandangan. Jalur Kereta Api juga bisa Anda gunakan, mulai dari kelas ekonomi, kelas bisnis dan kelas eksekutif.

Dari arah timur, jika Anda menempuh dengan angkutan umum dapat menggunakan bus dan kereta api. Bus yang tersedia melalui wilayah Jombang adalah bus dengan jurusan Surabaya – Madiun, Surabaya Jogjakarta, Surabaya  – Tulungagung dan  Surabaya – Trenggalek. Bus memasuki wilayah jombang melalui wilayah mojokerto, terminal yang Anda temui pertama kali adalah terminal mojoagung, sedangkan terminal utama jombang (kepuh sari) kira-kira 15 Km ke arah barat. Jalur kereta api dari arah timur dapat ditempuh memasuki wilayah jombang melalui wilayah mojokerto, stasiun yang pertama kali Anda temui adalah stasiun sumobito, untuk menuju stasiun utama jombang lanjutkan perjalanan Anda kira-kira 15 Km. Stasiun Utama jombang terletak bersebelahan aloon-aloon jombang atau pendopo Kota Jombang, tepatnya di sebelah selatannya. Selain itu Anda juga dapat menggunakan Angkot/Angkudes yang melalui jalur-jalur pendek Mojoagung - Mojokerto (Lyn M), jalur Jombang - Trowulan.

Dari arah barat, Jika Anda menempuh dengan angkutan umum dapat menggunakan angkutan bus dan kereta api. Jalur bus dapat ditempuh dengan jalur bus Surabaya– Madiun, jalur Surabaya– Jogjakarta. Anda akan memasuki wilayah Jombang melalui wilayah Nganjuk. Terminal yang akan Anda singgahi pertama kali adalah sub terminal pasar perak, untuk menuju ke terminal utama jombang lanjutkan perjalanan Anda ke timur kira-kira 25 Km. Jalur kereta api yang dapat Anda gunakan akan memasuki wilayah jombang melalui wilayah nganjuk, stasiun yang pertama kali Anda kunjungi adalah stasiun sembung (perak). Untuk melanjutkan ke stasiun utama silakan teruskan perjalanan Anda kira 20 Km lagi.

Dari arah selatan, angkutan umum yang tersedia adalah angkutan bus saja, angkutan kereta api tidak tersedia. Anda memasuki wilayah Jombang melintasi wilayah Lamongan. Biasanya bus yang melalui jalur ini adalah bus mini dengan jalur trayek Malang– Jombang- Tuban, Malang– Jombang - bojonegoro. Terminal yang akan anda lalui pertama kali adalah sub terminal Kabuh.

Dari arah utara, angkutan umum yang tersedia adalah angkutan bus saja, angkutan kereta api tidak tersedia. Biasanya bus yang melalui jalur ini adalah bus mini dengan jalur trayek Malang– Jombang- Tuban, Malang– Jombang - bojonegoro. Terminal yang akan anda lalui pertama kali adalah terminal Ngoro. Selain itu dapat juga ditempuh dengan Bus dengan jalur Surabaya– Pare – Trenggalek.

Selamat Anda memasuki wilayah Jombang, nikmati keindahan alamnya, keramahan penduduknya dan prospek bisnisnya.

dikirim oleh Zaqi, diolah dari berbagai sumber